Kabarmu

Silaturahmi FKTM PCM Pekalongan Timur, Menjaga Masjid dan Jamaah Demi Menjaga Denyut Muhammadiyah

MOZAIKMU – Untuk ketiga kalinya, silaturahmi FKTM PCM Pekalongan Timur kembali digelar pada Jumat, 1 Maret 2024 di Masjid Ar-Raudhah Gamer Kota Pekalongan. Kegiatan yang dipandegani Majlis Tabligh dan Dakwah Komunitas (MTDK) ini menggarisbawahi pentingnya menjaga masjid dan jamaah demi menjaga denyut Muhammadiyah.

Forum Koordinasi Takmir Masjid sendiri dibentuk dan dibina langsung oleh MTDK PCM Pekalongan Timur. Silaturahmi kali ini menjadi yang ketiga kalinya diselenggarakan, setelah pembentukan dan pertemuan perdana di Masjid Darul Iman Noyontaan dan disusul pertemuan kedua di Masjid Dhiyaausyams Poncol di akhir 2023 lalu.

Bedanya, silaturahmi FKTM PCM Pekalongan Timur kali ini sekaligus menyongsong kedatangan Bulan Suci ramadhan 1445 H/2024 M. Kegiatan ini diikuti unsur Pleno PCM Pekalongan Timur, jajaran MTDK, serta perwakilan takmir masjid Muhammadiyah di Pekalongan Timur.

Adapun perwakilan takmir yang hadir, yakni dari Masjid Darul Iman Noyontaan, Masjid Al-Manar Landungsari, Masjid Al-Karomah Klego, Masjid Ar-Roudhoh Gamer, Dhiyaausyams Poncol, dan Masjid Al-Istiqomah Setono.

“Dari total delapan masjid Muhammadiyah di wilayah PCM Pekalongan Timur, hanya dua masjid yang tidak bisa hadir, yakni Masjid Al-Hasan Gamer dan Masjid Al-Mujahidin Noyontaan,” ungkap Sekretaris MTDK PCM Pekalongan Timur, Qorri Sura Gimnastiar usai acara.

Baca juga: School of Talent, SD Muhammadiyah 01 Kandang Panjang Terus Lejitkan Potensi Siswanya untuk Berprestasi

Hasil Silaturahmi FKTM PCM Pekalongan Timur

Agenda pertemuan rutin FKTM ini memang menjadi wadah silaturahmi, komunikasi dan koordinasi antar takmir masjid Muhammadiyah di wilayah PCM Pekalongan Timur. Namun lebih dari itu, silaturahmi ini juga sekaligus berfungsi sebagai ruang pembahasan bersama tentang perkembangan aktual dari setiap masjid.

“Jadi tidak hanya sharing inovasi dan program pengembangan, tapi juga jadi forum bedah masalah. Permasalahan apa yang dihadapi setiap masjid kita bedah bersama dan carikan alternatif solusinya. Dan dari itu semua, kita di Masjid Tabligh dan tentunya PCM Pekalongan Timur juga sekaligus melakukan upaya-upaya pembinaan secara berkelanjutan melalui forum ini,” jelas Ketua MTDK PCM Pekalongan Timur, Slamet Mahfudh.

Seperti juga di silaturahmi FKTM PCM Pekalongan Timur ketiga di Masjid Ar-Roudhoh, sejumlah pembahasan dan program pengembangan masjid juga dibahas bersama. Hasilnya, ada empat poin penting yang dihasilkan dari silaturahmi tersebut. Pertama, setiap masjid Muhammadiyah diharapkan memiliki program kerja di bidang sosial dan ekonomi.

Kedua, setiap masjid Muhammadiyah juga harus selalu dijaga, baik aset bangunan maupun jamaahnya. Ketiga, masjid Muhammadiyah diminta merancang program unggulan, baik di bulan umum maupun terutama menyambut Bulan Suci Ramadhan.

Terakhir, setiap masjid Muhammadiyah wajib menjaga legalitas terkait aset tanah dan bangunannya. Bagi masjid yang belum mengantongi sertifikat diharapkan segera berkoordinasi dengan PCM Pekalongan Timur dan Majlis Pendayagunaan Wakaf (MPW) agar bisa segera difasilitasi pengurusannya.

“Dan inilah salah satu fungsi pembinaan melalui silaturahmi FKTM PCM Pekalongan Timur, bahwa menjaga masjid dan jamaah ini penting dan merupakan kunci untuk menjaga jam’iyah, memastikan denyut Muhammadiyah masih hidup dan beraktivisme dengan baik,” pungkas Slamet Mahfudh.

Sementara Ketua PCM Pekalongan Timur, Ahmad Nizar, mengapresiasi kehadiran silaturahmi FKTM PCM Pekalongan Timur yang disebutnya bisa menjadi media untuk saling berbagi kabar dan belajar. Nizar juga mendukung setiap upaya menghadirkan program unggulan bagi setiap masjid Muhammadiyah sebagai ikhtiar menjaga jamaah sekaligus perluasan syiar dakwah.

“Alhamdulillah beberapa masjid di wilayah PCM Pekalongan Timur ini sudah menjalankan program unggulan, seperti Masjid Dhiyaausyams Poncol yang setiap Jumat pagi mengadakan pengajian sekaligus pembagian sayuran. Lalu Masjid Al-Istiqomah Setono juga ada program lumbung beras setiap Jumat subuh, di mana jamaah yang membutuhkan bisa mengambil beras yang ada di gudang masjid. Ini bagus dan layak dicontoh masjid-masjid lainnya,” ucapnya. (sef)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button