Kabarmu

MBS Putri Taruna Krapyak Go to Olympicad 7 Bandung, Saatnya Pondok Peradaban Bersaing dalam Kebaikan

MOZAIKMU – MBS Putri Taruna Krapyak Kota Pekalongan tahun ini berkesempatan mengirimkan santriwatinya untuk berlaga di Olympiade Ahmad Dahlan (Olympicad) Nasional VII Tahun 2024 di Bandung, 6-8 Maret 2024. Event ini diharapkan menjadi panggung bagi para santriwati Pondok Peradaban untuk mengaktualisasikan keilmuannya dengan semangat berkompetisi dalam kebaikan.

Kontingen MBS Putri Taruna Krapyak ini secara resmi dilepas keberangkatannya oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krapyak, Ustadz Cholil Faizin, Selasa 5 Maret 2024. Para santriwati dilepas dengan doa yang juga dipimpin Ustadz Cholil Faizin.

MBS Putri mengirimkan tiga tim untuk dua cabang perlombaan, dengan total jumlah santriwati yang ikut sebanyak 8 anak.

Pertama, tim yang mewakili Lomba Musabaqoh Hifdzil Qur’an ada 2 santriwati, yakni Asysyifa Lu’luilmaqnun dan Kayla Septia Nuraini. Sementara untuk Lomba Musabaqoh Fahmil Qur’an, Pondok Peradaban mengirimkan 2 tim, di mana masing-masing terdiri dari 3 santriwati.

Tim pertama beranggotakan Agyan Syafa A., Shofi Arizka Syahdan, dan Azalia Andina Putri.
Adapun Tim 2 memuat Nafla Rufaidah, Sri Khofifah Oktavia, dan Asa Isya Karima.

“Untuk mendampingi para santriwati ini selama berlaga di Bandung, MBS Putri juga menyertakan dua musyrifah, yakni Maulida Ade & Ustādzah Khoirunnisa’,” kata Musyrifah yang juga Tim Media Muhammadiyah Boarding School atau MBS Putri Taruna Krapyak Kota Pekalongan, Ustadzah Hanifah Jihan.

Menurut Jihan, ajang Olympicad Nasional VII tahun 2024 akan dipusatkan di kampus Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB). Sesuai jadwal, seluruh cabang lomba akan dipertandingkan selama tiga hari, yakni tanggal 6-8 Maret 2024.

Baca juga: School of Talent, SD Muhammadiyah 01 Kandang Panjang Terus Lejitkan Potensi Siswanya untuk Berprestasi

Misi MBS Putri Taruna Krapyak di Olympicad

Tiga santriwati MBS Putri Taruna Krapyak didampingi Mudir dan Musyrifah saat silaturahmi dan meminta doa restu kepada Wali Kota Pekalongan, A Afzan Arslan Djunaid, guna mewakili Kota Pekalongan di ajang Olimpiade Bahasa Arab tingkat Jateng, September 2023 silam. (Foto: RKB Kota Pekalongan)

Kepesertaan 8 santriwati MBS Taruna Putri Krapyak Kota Pekalongan dalam ajang Olympicad Nasional VII Bandung ini memang menjadi catatan prestasi tersendiri bagi MBS bertagline Peradaban ini.

Mudir MBS Putri Taruna Krapyak, Tri Adhi Bestari, S.Kom., menyebut kesempatan ini sebagai momentum bagi Pondok Peradaban menembus batas ke Olympicad Nasional. Karena itu, semua hal baik materi lomba, teknis, dan non teknis juga dipersiapkan dengan serius dan penuh totalitas.

“Insya Allah kami mengirimkan santriwati terbaik di bidangnya untuk berkompetisi di ajang Olympicad Nasional 7 di Bandung. Olympicad ini akan menjadi arena, panggung bagi santriwati Pondok Peradaban guna membuktikan kualitasnya,” ungkap Adhi Bestari.

Menurut Adhi, ajang Olympicad ini penting artinya bagi pondok maupun santriwati sendiri, karena di kesempatan semacam inilah kapasitas keilmuan para santriwati ditakar dan diuji.

“Bagi kami, Olympicad ini menjadi barometer keilmuan untuk menjejak lebih baik lagi di masa depan bagi para santriwati kami. Kuncinya adalah mengendepankan adab lalu ilmu, serta bagaimana memetakan santriwati dengan berbasis fitrah,” jelasnya.

Adhi Bestari berharap kontingen MBS Putri tetap percaya diri berkompetisi dengan para kontingen lainnya dari berbagai sekolah/madrasah Muhammadiyah di Indonesia, serta mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

“Prinsipnya, tim ini akan bersaing menuju kebaikan, berfastabiqul khairat dengan segala kemampuan serta doa. Semoga Allah melapangkan jalan dan kebaikan untuk kontingen kami, sehingga para santriwati bisa merengkuh hasil terbaik,” pungkasnya.

Sebagai Pondok Peradaban, MBS Putri Taruna Krapyak ini memang mendidik para santriwatinya untuk menjadi manusia yang memiliki keunggulan adab dan ilmu, kreatif dan inovatif, serta memiliki daya saing yang tinggi.

Tak heran, sejumlah capaian positif juga telah didapatkan Pondok Peradaban. Salah satunya, MBS Putri Taruna Krapyak tercatat menjadi pondok pesantren ramah anak pertama di Kota Pekalongan yang dicanangkan pada September 2023.

Masih di bulan September sebelumnya, tiga santriwati Pondok Peradaban juga melenggang ke Olimpiade Bahasa Arab tingkat Jawa Tengah mewakili Kota Pekalongan. (sef)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button