Kabarmu

Rakerda 2024 jadi Momentum Strategis, Karena Lazismu Hadir untuk Persyarikatan

MOZAIKMU – Rapat Kerja Daerah (Rakerda)n 2024 Lazismu Kota Pekalongan yang dilaksanakan di Hotel Howard Johnson, Ahad 3 Maret 2024, dinilai menjadi momentum strategis untuk meneguhkan kembali status dan peran lembaga filantropi Muhammadiyah ini. Sebab sejak awal Lazismu hadir untuk persyarikatan.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Pekalongan, Sutantiyo Krisworo, S.Pd. mengatakan, sesuai temanya, Rakerda ini menjadi penting guna meneguhkan kembali peran relasional Lazismu dengan Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) dan organisasi otonom (ortom). Upaya tersebut diharapkan menjadikan Lazismu menjadi lembaga filantropi yang solid, amanah, dan profesional.

“Jadi Rakerda ini penting dan harus dilaksanakan, karena Lazismu hadir untuk persyarikatan,” ungkap Sutantiyo saat memberikan sambutan.

Rakerda sendiri dihadiri Wakil Ketua BP Lazismu Jawa Tengah Ir. Akhmad Zaini, Ketua PDM Kota Pekalongan Dr. HM. hasan Bisyri, M.Ag. dan sejumlah anggota Pleno PDM, seperti Sekretaris Aslam Fatkhudin, S.Kom., M.Kom., Bendahara PDM M. Ainur Rofiq, SE., MM., Dr. Sudiharjo Ibnu Sholeh, Dr. Akhmad Jalaludin, Tubagus M. Sadaruddin SE., M.Si., UPP PDM Kota Pekalongan, PDA Kota Pekalongan, PCM se Kota Pekalongan, serta AUM.

Lazismu Hadir untuk Persyarikatan

Jajajan Pleno PDM, UPP PDM, PDA, PDNA, dan Ortom lain serta AUM saat menghadiri Rakerda Lazismu Kota Pekalongan, kemarin.

Sementara Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah, Ir. Akhmad Zaini, menyampaikan sejumlah perkajaan rumah yang harus dituntaskan oleh Lazismu untuk menjadi lembaga amil yang amanah, profesional, dan transparan. Salah satu yang krusial adalah pengelolaan database yang masih lemah, terutama menyangkut muzaki atau donatur.

“Harus diakui, layanan kita ke donatur memang masih kalah jauh dari lembaga keuangan lainnya. Nah, ini karena database kita memang masih lemah,” jelas Zaini.

Selain itu, Zaini juga meminta Lazismu untuk lebih fokus pada kerja-kerja fundraising, bukan di pentasharufan atau penyaluran zakat, infaq, dan shodaqoh (ZIS). Karena penyaluran itu sudah semestinya disinergikan dengan UPP ataupun Ortom, sebagai bukti bahwa Lazismu hadir untuk Persyarikatan.

“Sehingga Lazismu tidak merasa menjadi super power yang menghimpun sendiri, lalu menyalurkan sendiri. Nah, di penyaluran inilah Lazismu harus sinergi dengan majlis dan lembaga atau ortom,” ucapnya.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pekalongan yang juga Koordinator Lazismu Kota Pekalongan, Dr. HM. Hasan Bisyri, M.Ag. menilai sinergi Lazismu dengan UPP dan Ortom ini amat penting agar sesuai semangat awal, bahwa Lazismu hadir untuk Persyarikatan.

“Jadi, kalau ada majlis atau lembaga, ortom datang untuk mengajukan proposal sinergi, tolong layani dengan baik. Jangan sampai Lazismu seolah menjadi lembaga yang berdiri sendiri,” terangnya saat sambutan dan membuka Rakerda Lazismu Kota Pekalongan.

Hasan Bisyri menyebut Rakerda Lazismu ini begitu penting baik bagi Lazismu Kota Pekalongan sendiri, maupun bagi UPP dan Ortom.

“Maka Rakerda ini dalam ikhtiar mendialogkan program Lazismu dengan UPP dan Ortom, agar bisa saling supportif satu dengan yang lainnya,” pungkasnya. (sef)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button