Keren! Poster Karya M. Najib, Kader IMM FEB UMPP Ini Sukses Raih Juara 2 GenBI Creative Competition III
MOZAIKMU – Sebuah prestasi membanggakan berhasil dicatatkan kader IMM FEB UMPP, Muhammad Najib, di ajang GenBI Creative Competition III. Karya mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah ini sukses meraih juara 2 dalam lomba poster infografis yang dibidani GenBI Tegal Komisariat UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, baru-baru ini.
Diketahui, Najib adalah salah satu kader berprestasi PK IMM FEB UMPP yang saat ini duduk di semester 5 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP). Prestasi ini menunjukkan bahwa aktivisme di organisasi ekstra kampus tak selalu jadi penghalang bagi prestadi di bidang akademik.
Dalam kompetisi bertajuk “Inovasi Kebijakan Bank Indonesia dalam Mendukung Ekonomi Nasional yang Tangguh dan Berkelanjutan” ini, Najib sukses membuktikan dirinya bisa bersaing dengan mahasiswa dan kampus lain. Terlebih, event ini terbilang cukup kompetitif karena diikuti banyak mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi.

Poster karya Muhammad Najib mengangkat tema “QRIS UNTUK SEMUA: Satu Kode QR untuk Semua Pembayaran”. Sebagai mahasiswa maupun aktivis IMM FEB UMPP, Najib terbilang sukses men-delivery gagasannya melalui desain posternya yang juga menarik.
Meski desain karyanya terbilang bagus, Najib sendiri mengaku kaget saat tahu namanya masuk dalam daftar juara GenBI Creative Competition III. Menjadi istimewa karena prestasinya itu diperoleh di tengah kesibukannya kuliah dan berorganisasi di PK IMM FEB UMPP.
“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa meraih Juara 2. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi teman-teman IMM untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi bangsa,” kata Najib yang mengaku senang mendesain ini.
Prestasi Kader IMM FEB UMPP yang Menginspirasi

Poster bertajuk QRIS UNTUK SEMUA yang didesain Najib memang layak masuk daftar juara. Gambaran visualnya cukup hidup dan komunikatif, sementara infografis yang ditampilkan juga dinilai mampu menyampaikan gagasan kebijakan ekonomi secara kreatif, informatif, dan mudah dipahami.
Karyanya dengan demikian dipandang unggul dari segi visual, ketajaman analisis, serta relevansi dengan isu ekonomi nasional.
Prestasi ini pun diapresiasi langsung oleh Ketua Umum PK IMM Al-Khawarizmi FEB UMPP, IMMawati Melinda Dwi Rahmawati. Ia menyebut apa yang ditorehkan Najib tidaklah jatuh dari langit, melainkan melalui proses perjuangan yang sungguh-sungguh.
Menurut Melinda, Najib dikenal tidak hanya aktif mengejar prestasi akademiknya di bangku kuliah, melainkan juga memilih gairah tinggi dalam berorganisasi. Saat ini Najib bahkan tercatat mendapatkan amanah sebagai Ketua Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK) PK IMM FEB UMPP.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa kader IMM tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga mampu berprestasi dan bersaing di level kompetitif.
“Najib telah menunjukkan bahwa kader IMM bisa berprestasi di bidang akademik sekaligus organisasi. Semoga ini menjadi inspirasi bagi kader lainnya untuk terus berinovasi,” ungkapnya menyemangati kader IMM lainnya.
Senada, Ketua PC IMM Pekalongan, Muhammad Haidar, menilai prestasi yang diraih Najib layak menjadi pemompa motivasi bagi para mahasiswa, utamanya kader IMM. Sebab menurutnya tidak mudah mengelola waktu di tengah kesibukan kuliah dan berorganisasi.
“Dulu, kepentingan akademik dan berorganisasi sering dihadapkan secara diametral, seolah saling meniadakan. Kalau aktif di organisasi biasanya prestasi akademiknya kurang bagus, dan sebaliknya. Nah, IMMawan Muhammad Najib ini menolak asumsi itu bukan dengan kata-kata, tetapi amal nyata. Bahwa prestasi akademik di satu sisi dengan aktivisme di organisasi di sisi lain, keduanya sama-sama dibutuhkan dan bisa jalan semuanya,” jelas Haidar, yang juga sempat mencatatkan prestasi di sejumlah bidang.
Karena itu, ia berharap prestasi yang diraih kader IMM FEB UMPP ini bisa menjadi contoh nyata bagaimana tetap bertumbuh di setiap medan juang, kampus maupun organisasi. Bahkan semuanya bisa melahirkan prestasi sejauh dibarengi dengan kemampuan manajemen waktu yang baik.
“Kuncinya adalah terus belajar, terutama di era perubahan cepat yang melahirkan ketidakpastian. Mari terus bertumbuh, melejitkan potensi terbaik baik di bidang akademik maupun organisasi, sehingga kita memiliki banyak kesempatan untuk berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa,” pesan Haidar. (sef)



